Investasi Properti, Keuntungan dan Resiko Yang perlu Anda ketahui

Properti ialah istilah yang menunjukan kepemilikan seseorang atau badan usaha atas sebuah  hak eksklusif.  Investasi ialah upaya menanam dana atau modal pada satu atau lebih dari satu jenis aset sekitar  periode tertentu dengan harapan untuk mendapatkan pendapatan  atau penambahan  nilai dari investasi.

Maka definisi investasi properti yaitu upaya menanamkan dana atau modal ke dalam sebuah aset milik individu  atau badan usaha dengan maksud mendapatkan deviden  penjualan dari penambahan nilai investasi di kemudian hari. Investasi atau bisnis properti erat kaitannya dengan aset berupa tanah dan bangunan. Berdasarkan keterangan dari konsep perencanaan keuangan, suatu aset properti dapat dinyatakan sebagai aset investasi jika nanti pemilik memasarkan aset itu di kemudin hari.

Investasi properti ialah  pembelian properti real estate yang ditujukan guna  mendapatkan Return of Investment (ROI) baik itu melalui hasil sewa, penjualan kembali atau campuran  dari kedua hal tersebut. Namun andai  pemilik memakai  properti tersebut  untuk lokasi  tinggal atau kebutuhan pribadi, maka akan menjadi aset konsumtif walau nilainya tetap akan merasakan  apresiasi (terus naik). Propertinya tersebut sendiri dapat dipunyai oleh investor perorangan, investor dalam format  kelompok atau suatu  korporasi. Dilihat dari jangka masa-masa  investasinya, investasi properti ialah  investasi yang lumayan  fleksibel, investasi yang dapat menjadi investasi jangka pendek ataupun jangka panjang nantinya. Jadi anda bisa menentukan jangka waktu investasinya sesuai dengan kebutuhan yang anda inginkan.

Keunggulan Investasi Properti

Keunggulan nya yaitu nilai properti biasanya stabil dari waktu ke waktu. Hal ini memang sudah tidak perlu untuk diragukan lagi, sebab kebutuhan akan hunian ataupun bangunan akan selalu ada di setiap saat. Belum lagi jika anda melakukan investasi pada properti yang mempunyai nilai aset tinggi seperti real estate atau pun apartemen eksklusif. 

Keuntungan dari Investasi Properti

Ada banyak alasan yang menguntungkan untuk memilih investasi pada sektor properti. Yaitu sebagai berikut :

  1. Harga properti terus naik

Seperti yang diterangkan di atas, harga dari sekian banyak properti akan terus naik di masa depan. Sebab angka pertumbuhan penduduk masih dapat bertambah. Oleh sebab itu, permintaan akan lokasi tempat tinggal juga akan terus meningkat di masa depan, sementara itu ketersediaan properti juga belum tentu mencukupi. Sesuai hukum ekonomi jika ketersediaan suatu  komoditas menipis namun  permintaannya banyak, ya harganya tentu  mahal. Di samping adalah aset riil, properti juga ialah bagian dari keperluan pokok yang mesti dipenuhi.

  1. Properti dapat dijadikan agunan

Sama halnya dengan aset riil atau aset finansial lainnya, properti adalah sebuah aset yang dapat dijadikan agunan atau jaminan. Ketika pemilik memerlukan pinjaman dana demi menjaga ketersediaan aset lancar, maka properti dapat dijadikan jaminannya. Pemilik tidak perlu memasarkan atau menjual aset ini untuk mendapatkan dana, cukup dengan menjaminkan surat kepemilikannya saja juga  bisa.

  1. Harga jual aset properti terdapat di tangan pemiliknya

Jika pemiliknya ingin cepat laku, maka mereka bisa saja menjualnya di bawah harga pasaran. Harga pasaran properti memang ada, tetapi  harga jual dari suatu aset properti terdapat di tangan pemiliknya. Jadi dapat dibilang, investasi properti tidaklah terlampau rumit untuk investor pemula. Di samping nilai aset properti yang terus meningkat, harga jualnya pun dapat  disesuaikan sendiri. 

  1. Kepemilikan properti bermanfaat untuk kesejahteraan anak cucu

Ingatlah poin pertama, di mana pertumbuhan penduduk dan ketersediaan properti belum pasti imbang di masa depan. Ketika anak cucu anda  tumbuh dewasa, mereka pasti akan mengalami kendala dalam mempunyai  aset properti. Nantinya kita yang akan menolong mereka untuk memadai kebutuhannya di masa depan dengan cara investasi properti.

Risiko Investasi Properti

Semua investasi pasti mempunyai risiko, demikian pula dengan investasi properti. Risiko dari investasi ini dapat diartikan pula sebagai sebuah kelemahan yang mesti di waspadai. Berikut beberapa hal yang harus di waspadai :

  1. Properti ialah aset yang tidak likuid

Investasi properti memang berbentuk aset nyata, tetapi sifatnya tidak likuid seperti logam mulia yang dapat  langsung dijual. Butuh waktu yang lama untuk dapat  menjual properti dengan harga yang sesuai. Itulah sebabnya investasi ini lebih dianjurkan untuk jangka panjang saja. Namun beberapa orang tetap menjadikan investasi properti lebih menguntungkan meski tidak likuid sebab harganya terus naik dan fluktuasinya termasuk stabil.

  1. Aset properti harganya mahal

Walaupun aset ini dapat dikredit, tetap saja harga properti sangatlah mahal, paling tidak ratusan juta sampai  miliaran rupiah. Meski anda  membelinya dengan teknik  mencicil tiap bulan, tetap terdapat  beban bunga yang jumlahnya tidak sedikit.

  1. Biaya operasional investasi properti lumayan tinggi

Biaya operasional dari kepemilikan properti juga tidak murah. Bagi aset properti berupa bangunan, maka mesti dilakukan perawatan secara rutin, pastinya pun  harus ditempati. Karena bangunan yang tidak ditempati akan cendrung mudah rusak sebab tingkat kelembapannya berbeda dengan yang dihuni orang.  Sementara itu, jika jenis propertinya ialah  tanah, maka anda  harus mengeluarkan biaya keamanan ekstra. Tanah memang lebih murah soal biaya perawatan, tetapi  ada risiko penyerobotan tanah yang dapat  merugikanmu.

  1. Harga jual properti ditentukan dengan lokasi

Harga jual dari suatu  properti di masa mendatang  akan ditentukan oleh tempat aset tersebut. Properti di wilayah yang rawan bencana pasti  lebih murah ketimbang yang di lokasi aman.

Tips investasi properti untuk menghindari kerugian

Ada sejumlah tips buat anda yang ingin memulai investasi properti, terutama untuk yang masih pemula. Dalam urusan ini, baik itu untuk saham properti, menegakkan hunian, hotel, perkantoran, dan lain sebagainya.

  1. Mencari tahu apa tujuan dari investasi properti anda ?

Sebelum berinvestasi, mesti harus memahami tujuan dari investasi properti ini. Apa yang anda tuju dengan melakukan investasi? Apakah untuk jadi pendapatan pasif dengan teknik  disewakan? Atau untuk dipasarkan lagi dengan harga yang lebih tinggi? Setelah memahami tujuan, maka anda juga akan tahu seberapa besar dana yang harus anda keluarkan untuk investasi.

  1. Pikir dua kali ketika hendak meminjam dana

Aset properti memang dapat  dibeli dengan teknik kredit, terutama jika dana anda belum terkumpul. Namun di sisi lain, kredit pasti  akan meningkatkan porsi utang kita. Dengan adanya utang dalam jumlah besar, maka secara umum nilai kekayaan bersih anda  akan berkurang walau  aset kita malah bertambah. Ketika anda ingi berutang, maka pastikan bahwa total nilai utang tersebut  tidak melebihi total aset, dan guna cicilannya, tidak lebih dari “35 persen” penghasilan. Tujuan dari perhitungan ini ialah  agar keuanganmu tetap sehat.

  1. Ukur kekuatan

Kekuatan yang dimaksud di sini ialah mengukur kemampuan keuangan atau finansial kita terlebih dulu. Berapa modal yang sudah anda  persiapkan untuk mengerjakan  investasi  dengan melakukan pembelian aset properti? Pastikan bahwa anda tidak memakai dana darurat untuk berinvestasi. Jagalah dengan baik ketersediaan aset lancarmu sebelum memutuskan untuk mengeluarkan uang untuk  berinvestasi.

Itulah hal-hal yang mesti anda ketahui seputar investasi properti. Intinya, investasi ini memang sebaiknya difokuskan untuk jangka panjang. Sebelum menyimpulkan untuk investasi properti, maka kenalilah dirimu dengan baik dari sisi modal, profil risiko, dan destinasi  investasimu.                                                                                                             

Continue Reading →